Cokelat
Siapa
yang tidak suka cokelat? Rasanya manis, lembut, top sekali! Cokelat adalah
sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao. Cokelat
pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman. Cokelat
umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk,
corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima
kasih, simpati, atau perhatian bahkan sebagai pernyataan cinta. Cokelat juga
telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia. Selain dikonsumsi
paling umum dalam bentuk cokelat batangan, cokelat juga menjadi bahan minuman
hangat dan dingin.
Rasa
cokelat masih sulit didefinisikan. Dalam bukunya Kaisar Cokelat (Emperors of
Chocolate), Joel Glenn Brenner menggambarkan riset terkini tentang rasanya. Menurutnya rasa cokelat tercipta dari campuran 1.200
macam zat, tanpa satu rasa yang jelas-jelas dominan. Sebagian dari zat itu
rasanya sangat tidak enak kalau berdiri sendiri. Karenanya, sampai kini belum
ada rasa cokelat tiruan.
Efek psikologis yang terjadi saat menikmati cokelat
dikarenakan titik leleh lemak kokoa ini terletak sedikit di bawah suhu normal
tubuh manusia. Sebagai ilustrasi,
bila anda memakan sepotong cokelat, lemak dari cokelat tersebut akan lumer di
dalam mulut. Lumernya lemak kokoa menimbulkan rasa lembut yang khas dimulut,
riset terakhir dari BBC mengindikasikan bahwa lelehnya cokelat di dalam mulut
meningkatkan aktivitas otak dan debaran jantung yang lebih kuat daripada
aktivitas yang dihasilkan dari ciuman mulut ke mulut, dan juga akan terasa
empat kali lebih lama bahkan setelah aktivitas ini berhenti
Cokelat mengandung alkaloid-alkaloid seperti teobromin,
fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Kandungan-kandungan
ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak. Menurut ilmuwan,
cokelat yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat menurunkan
tekanan darah. Cokelat hitam akhir-akhir ini banyak mendapatkan promosi karena
menguntungkan kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, termasuk kandungan
anti oksidannya yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas dalam tubuh.
Selain
itu, masih banyak juga manfaat cokelat untuk kesehatan. Fenol, salah satu
kandungan dalam cokelat, mampu mengurangi kolesterol pada darah sehingga dapat
mengurangi risiko terkena serangan jantung juga berguna untuk mencegah
timbulnya kanker dalam tubuh, mencegah terjadinya stroke dan darah tinggi.
Manfaat lain dari coklat adalah untuk kecantikan, karena
antioksidan dan katekin yang ada di dalamnya dapat mencegah penuaan dini, maka
tidak heran bila saat ini berkembang lulur coklat yang sangat baik untuk
kecantikan kulit.
Cokelat
ada bermacam-macam jenisnya. Beberapa di antaranya adalah dark chocolate, white chocolate, atau milk chocolate. Ketiganya
memiliki manfaat dan kandungan yang berbeda. Dark chocolate memiliki kandungan biji coklat (kakao) yang paling
tinggi yaitu paling sedikit 70% mengandung kakao. Dark chocolate memiliki
kandungan kakao atau biji cokelat terbanyak, tanpa banyak gula dan tanpa lemak
jenuh atau minyak sayur terhidrogenasi (HVO). Sedangkan white chocolate hanya memiliki 33% kandungan coklat atau kakao,
sisanya adalah gula, susu dan vanila. Kandungan gula inilah yang dapat
memberikan efek negatif, seperti kerusakan gigi dan penyakit diabetes. Milk chocolate atau coklat susu
merupakan campuran kakao dengan susu dan ditambah gula. Coklat jenis ini juga sangat digemari karena rasanya yang
nikmat.
Cokelat
memang nikmat. Tetapi, kita perlu berhati-hati juga jika akan menikmati
cokelat. Cokelat yang “bermerk” tetapi harganya murah atau sangat murah
biasanya memiliki kandungan kakao (biji coklat) sedikit yaitu rata-rata kurang
dari 20%, bahkan ada yang kurang dari 7%. Coklat jenis ini juga memiliki kandungan
gula yang tinggi, kandungan lemak jenuh tinggi dan keburukan lainnya seperti
minyak sayur terhidrogenasi (HVO) sehingga mengakibatkan kerusakan gigi dan
gangguan kesehatan seperti penyakit diabetes.
Produk coklat lainnya yang juga berbahaya dan buruk untuk
kesehatan khususnya yang berupa fondant (biasanya digunakan untuk mendekorasi
kue) dan praline. Fondant sebenarnya mengandung 100%
pemanis dan praline juga sama buruknya.
Hal-hal
di atas merupakan kelebihan dan kekurangan cokelat. Salah satu tips memilih
cokelat adalah pilihlah cokelat dengan kandungan gula yang rendah dan kandungan
kakao yang tinggi. Coklat seperi kriteria di atas akan memberi manfaat ke
tubuh. Tetapi ingat, jangan terlalu banyak memakan cokelat, karena cokelat
dapat menyebabkan sakit gigi. Gosoklah gigi setelah memakan cokelat agar
terhindar dari sakit gigi.
-Afifah A.M-
-Afifah A.M-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar